Follow by Email

Isnin, 23 Januari 2012

Redha itu, manis dan indah




sering kali kita mendengar ungkapan kalimah redha yg meniti di bibir2 makhluk ALLAH yg bernama manusia..namun adakah kita mengetahui..,memahami..,menghayati secara jelas akan maksudnya..?dan adakah aplikasi redha yg sentiasa kita lakukan disetiap hari dalam warna-warni kehidupan kita sejajar dgn kehendak dari ALLAH..?

JOM!sahabat2 kita

berkongsi..=)

Ikhlas sama erti dengan Redha. Redha berasal dari kata radhiya-yardha yang bererti menerima suatu perkara dengan lapang dada tanpa merasa kecewa ataupun tertekan. Sedangkan menurut istilah, redha berkaitan dengan perkara keimanan yang terbagi menjadi dua : satu- redha Allah kepada hamba-Nya dan,dua- redha hamba kepada Allah (Al-Mausu’ah Al-Islamiyyah Al-’Ammah: 698).
Ini sebagaimana diisyaratkan Allah dalam firman-Nya, ”All
ah redha terhadap mereka dan mereka pun redha kepada-Nya.” (QS 98: 8). Redha Allah kepada hamba-Nya adalah berupa tambahan kenikmatan, pahala, dan ditinggikan darjat kemuliaannya. Sedangkan redha seorang hamba kepada Allah mempunyai erti menerima dengan sepenuh hati aturan serta ketetapan Allah. Menerima aturan Allah ialah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Adapun menerima ketetapannya adalah dengan cara bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika ditimpa musibah. Dari definisi redha tersebut terkandung isyarat bahwa redha bukan berarti menerima begitu saja segala hal yang menimpa kita tanpa ada usaha sedikit pun untuk mengubahnya.. Apabila sesuatu
yang tidak diinginkan datang menimpa, kita dituntut untuk redha. Dalam erti kata yg lain, kita meyakini bahwa apa yang telah menimpa kita itu adalah takdir yang telah Allah tetapkan, namun kita tetap dituntut untuk berusaha.
Allah berfirman, ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS 13: 11). Bererti, Redha menuntut adanya usaha aktif serta bersungguh2 dalam melaksanaakan ketaatan kpd NYA.. Walaupun di dalam redha terdapat makna yang hampir sama dengan pasrah yaitu menerima dengan lapang dada suatu perkara, namun di sana dituntut adanya usaha untuk mencapai suatu target yang diinginkan atau mengubah kondisi yang
ada sekiranya itu perkara yang pahit. Kerana redha terhadap aturan Allah seperti perintah mengeluarkan zakat, misalnya, bukan berarti hanya mengakui itu adalah aturan Allah melainkan disertai dengan usaha untuk menunaikannya. Begitu juga redha terhadap takdir Allah yang buruk seperti sakit adalah dengan berusaha mencari takdir Allah yang lain,iaitu mencari ikhtiar utk sembuhkan sakit tersebut contohnya makan ubat dan sebagainya.

Seperti yang dilakukan Khalifah Umar bin Khathab ketika ia lari mencari tempat berteduh dari hujan deras yang turun ketika itu. Ia ditanya, ”Mengapa engkau lari dari takdir Allah, wahai Umar?” Umar menjawab, ”Saya lari dari takdir Allah yang satu ke takdir Allah yang lain
.” Dengan demikian,..,jelaslah kita terhadap
kalimah REDHA yg dituntut dalam ISLAM..
dan sama2 kita berdoa kpd ALLAh agar
di jauhkan dari golongan yg menyalah tafsirkan erti redha justeru mengakibatkan salah faham serta persepsi mahupun aplikasi terhadap makna ayat- ayat yang memerintahkan untuk bersikap redha terhadap segala yang Allah tetapkan dan perintahkan kepada kita hambaNYA...
akhir kalam,redha mengajak kita untuk optimistis dan berusaha buat yg lebih baik dan terbaik dalam menjalani kehidupan sebagai khalifah di bumi ALLAH yg sementara ini.. Wallahu a’lam.

1 ulasan: